Rabu, 22 Mei 2013

MENJADI SEPERTI ANAK KECIL


MENJADI SEPERTI ANAK KECIL
Matius 18:1-10

Sudah jadi rahasia umum bahwa setiap manusia menginginkan yang lebih. Isteri yang lebih cantik. Harta yang lebih banyak. Umur yang lebih panjang. Dan lain sebagainya. Para murid Yesus ternyata tak berbeda. Mereka juga ingin tahu siapa yang terbesar di dalam Kerajaan Sorga? Saya percaya ada indikasi motivasi rivalitas di antara para murid. Para murid ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang lain? Coba bandingkan dengan ayat berikut: “Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." (Matius 20:20-21)


Yesus tidak menyangkal bahwa ada semacam tingkatan penghuni Kerajaan Sorga. Bahkan Yesus secara tidak langsung pernah menegaskannya: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.” (Matius 11:11)

Mari kita mempelajari ayat ini: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 18:3). Hal pertama yang akan kita pelajari adalah bagaimana masuk ke dalam Kerajaan Sorga? Dan yang kedua adalah bagaimana untuk mendapatkan posisi yang terbesar?

Marilah kita membahas dan menjawab pertanyaan pertama. Bagaimana caranya masuk Kerajaan Sorga? Kata pertama yang dikatakan Yesus adalah bertobat. Namun secara khusus kita akan membahas lebih dalam arti bertobat di sini. Kata bertobat dalam KJV adalah Convert yang berarti BERUBAH: “And said, Verily I say unto you, Except ye be converted, and become as little children, ye shall not enter into the kingdom of heaven.”

Kata berubah dalam bahasa Yunani adalah metamorphose. Kata metamorphose akrab kita kenal dalam istilah biologi yaitu prosese perubahan larva menjadi kupu-kupu yang indah. Di awali dari telor menjadi kepompong ke ulat dan akhirnya kupu-kupu. Jadi yang di maksudkan Yesus dengan kata bertobat adalah perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru. Dimana seseorang meninggalkan bentuk lamanya yang berdosa menjadi bentuk yang baru yang indah dan kudus. Tentu perubahan di sini tidaklah terjadi secara fisik seperti proses metamorphose kupu-kupu. Yang dimaksudkan di sini adalah perbuhahan secara rohani.

Jadi yang di maksudkan Yesus dengan kata bertobat adalah peruabahan dari manusia lama menjadi manusia baru. Dimana seseorang meninggalkan bentuk lamanya yang berdosa menjadi bentuk yang baru yang indah dan kudus. Tentu perubahan di sini tidaklah terjadi secara fisik seperti proses metamorphose kupu-kupu. Yang dimaksudkan di sini adalah perbuhahan secara rohani. Perubahan inilah yang disebutkan Yesus dengan proses Lahir Baru: “Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." (Yohanes 3:3)

Lahir baru adalah tahapan pertama dalam proses metamorphose seseorang menjadi manusia rohani. Kelahiran baru ini dimulai tahapan dengan seseorang menyadari dosanya dan kemudian mengakuinya dihadapan Tuhan. Proses selanjutnya adalah seorang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi untuk pengampunan segala dosanya. Bertobat berarti seseorang telah berubah menajdi ciptaan baru dan berpaling dari manusia lama yang berdoa menjadi manusia baru yang dikuduskan oleh Tuhan Yesus. Nah sekarang tidak ada jalan lain menuju manusia baru selain bertobat dari segala dosa dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tanpa bertobat seseorang tak mungkin melihat Kerajaan Sorga apalagi memasukinya.

Kata kedua adalah menjadi seperti anak kecil. “…and become as little children.” (KJV). Kita pasti mengerti yang dimaksudkan disini bukalah perubahan pisik bukan? Yesus sedang berbicara tentang karakter anak kecil. Konteks terdekat dari ayat ini tentu terkait dengan motivasi atau rivalitas yang saya sebutkan tadi di atas. Seseorang haruslah menjadi seperti anak kecil yang tidak terlibat dalam dosa kesombongan. Seseorang harus rendah hati jika hendak melihat Kerajaan Sorga.

Tidak ada dosa di dalam sorga walaupun dosa “suci” seperti rivalitas tadi. Dosa terselubung karena terbungkus rapi. Dosa yang seperti tak terdetek karena terbungkus dalam jubah rohani. Seseorang harus benar-benar bersih dan tulus seperti seorang anak kecil. Seseorang tidak boleh terlibat dalam dosa kesombongan rohani. Seseorang harus bebas dari keangkuhan spiritual jika hendak masuk Kerajaan Sorga.

Ada satu hukum rohani yang kontra dengan hukum duniawi. Seseorang harus merendahkan diri untuk menjadi yang terbesar secara rohani. Jadi kita mengerti sekarang mengapa Allah begitu serius dengan urusan hati. Allah tidak melihat bentuk pisik seperti kebiasaan manusia. Allah menaruh perhatian lebih kepada hati di banding hal-hal yang jasmaniah. Sebaliknya, manusia sering terkesan dan tertipu karena penampilan luar. Misalnya kisah Nabi Samuel yang terpesona dengan penampilan pisik Eliab kakak tertua Daud. Manusia melihat muka tetapi Allah melihat hati (1 Samuel 16:7).

Seorang anak kecil memiliki hati yang bersih dari sampah yaitu dendam, dengki, dan semacamnya. Yesus berfirman: “Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” (4)

Yesus berkata: “Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." (5). Seharusnya kita mengubah sikap kita menjadi hati yang senang menerima. Karena dunia sekarang penuh dengan penolakan. Gereja bahkan bertengkar dan saling melukai karena tidak dapat menerima perbedaan. Bila kita hendak melihat kemualiaanNya, marilah kita bertobat dan menerima seorang akan yang lain. Amin

Intisari Khotbah Pdt. Joshua MS dalam Ibadah Raya Bulan Baru Hati Nurani Ministries Jakarta, 2 Agustus 2009

2 komentar:

  1. Makasih sudah disetujui komen saya. Infokan saya bila anda berkenan untuk tukar link. Terima kasih lagi sebelumnya. Renungan Rohani Online

    BalasHapus
  2. Makasih sudah disetujui komen saya. Infokan saya bila anda berkenan untuk tukar link. Terima kasih lagi sebelumnya. Renungan Rohani Online

    BalasHapus