Rabu, 01 Mei 2013

MANUSIA YANG DICIPTAKANNYA


Manusia yang Tuhan Ciptakan
Kejadian 1:26-29

“Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (26-27)


Ayat di atas begitu akrab dengan kita bukan? Saking akrab kita sering menjadi lupa atau sedikit mengabaikannya. Padahal BILA KITA MENELAAH AYAT INI, maka akan ada makna yang begitu dalam dari kedua ayat di atas. Saya mencoba menjelaskankanya dan mengajak agar saudara menikmati makna yang begitu dalam itu.

Makna mendalam yang saya pelajari itu adalah:

-    Manusia adalah mahluk ciptaan ALLAH, sehingga “harus” tunduk pada rencana penciptanya. Saya menberi tanda “…” untuk kata harus untuk memberitahukan kepada kita semua bahwa dibalik keharusan itu, Allah mengijinkan kita untuk tidak mentaatinya tentu dengan segala konsekwensinya. Ini yang kita langsung temukan pada pasal 3 yaitu ketidaktaatan mahluk ciptaan kepada Sang Pencipta. Adam memilih memberontak dan akhirnya menerima konsekwensi terusir dari Taman Eden dan dari hadiratNya. Sejatinya, sebagai mahluk ciptaan, kita harus paham sepaham-pahamnya bahwa kita dibuat untuk tujuan pencipta kita. Kita bersyukur karena kita diciptakan ALLAH untuk tujuan yang sangat mulia. Jadi seharusnyalah kita menundukkan diri kita pada rencana Sang Pencipta.

-      Manusia diciptakan melalui kesepakatan ILAHI, bukan dari perencanaan setelah bangun tidur. Penciptaan manusia terencana sejak awal sampai akhirnya sehingga kita merupakan hasil kreasi (creation) yang sempurna. Proses penciptaan kita sejak dari hilir sampai hulu terencana sedemikian rapi dan sempurna tanpa salah oleh ALLAH. Dapat kita bayangkan bagaimana ALLAH merencanakan penciptaan kita di SORGA sehingga membutuhkan musyawarah yang sangat serius “Let us make man in our image, after our likeness” (KJV). Kesempurnaan penciptaan itu dapat kita pahami ketika manusia pertama akhirnya memilih melangkah keluar dari perencanaan semula, ALLAH dalam kasihnya kembali datang untuk meluruskan jalan ciptaanNya. Dan sungguh ajaib, untuk pertama kalinya kita dapat melihat bahwa ada Sang Pencipta rela mati agar ciptaanNya kembali kepada rencanaNya semula.

-          Manusia dijadikan dalam CITRA ALLAH (in our image), bukan hasil evolusi dari binatang atau mahluk rendah lainnya. Teory evolusi Darwin bukan hanya penghinaan atau penistaan agama, tetapi adalah penghinaan terhadap ALLAH  karena Darwin secara tidak langsung telah menggambarkan ALLAH seperti monyet! Oleh karena kita satu gambar dengan Allah, maka seharusnyalah kita menghargai tubuh kita. Kita harus memeliharanya dan menerimanya. Poin menerima begitu penting sehingga kita tidak perlu lagi merasa kurang dengan tampilan tubuh kita. Kita tahu bahwa banci dan homosek adalah penolakan terhadap hakikat penciptaan sejak awal. Saya juga sangat tidak setuju dengan operasi untuk merubah bentuk tubuh kita. Operasi kecuali untuk alasan kesehatan adalah pengingkaran terhadap ciptaan Allah. Jadi sebagai orang Kristen, anda seharusnya tidak perlu operasi payudara, operasi  hidung, dan operasi perubahan bentuk tubuh lainnya. Anda semua harus belajar menerima bentuk tubuh yang telah Tuhan karuniakan. Itulah yang terbaik untuk anda, dan anda harus paham bahwa Allah melihat anda sudah sangat baik. Contoh lain yang sederhana yang tidak saya setujui adalah tindakan seseorang mencat rambutnya dengan warna-warna lain. Seolah-olah rambut alami jelek bila dibanding dengan rambut hasil cat. Padahal kalau dipikir-pikir, dengan mencat rambut seseorang telah melakukan pemborosan uang, dan menyerempet bahaya karena bahan-bahan kimia yang terkandung dalam pewarna rambut tersebut. Hal yang sama juga berlaku baru orang tua yang beruban, janganlah anda repot mencatnya seperti warna ketika anda masih muda. Terimalah rambut putih itu sebagai bagaian dari proses alam yang tentu baik dipemandangan Allah. Raja Salomo menulis dalam Amsal  20:29: “Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.” Bukankah dengan beruban, wibawa sebagai orang yang diberkati TUHAN dengan kebahagiaan dan umur panjang melekat dalam diri anda? Pertanyaannya adalah apakah termasuk dosa atau pemberontakan kepada kodrat jika seeorang mencat rambut? Jawabannya kembali kepada hati nurani anda masing-masing.

-        Manusia dijadikan seperti ALLAH (after our likeness) menggambarkan keagungan dan keistimewaannya: “2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Hanya manusia yang diciptakan dengan roh. Semll..,ua ciptaan lain tidak memiliki roh. Hanya manusia yang diciptkan disertai roh, yaitu nafas hidup yang dialirkan dari mulut ALLAH. Oleh karena itulah kodrat manusia jauh lebih tinggi dari binatang dan tumbuh-tumbuhan, itu jugalah sebabnya, kita tidak boleh bermoral atau berahlak serendah binatang. Moral kita harus lebih tinggi dari binatang, karena keberadaan kita memang lebih tinggi dari binatang bukan. Penyimpangan psikologis seperti banci dan homosek tentulah dampak dari pemberontakan manusia yang hendak menentang kodratnya yang mulia. Dengan menjadi seorang banci atau homosek, seseorang telah merendahkan kodratnya yang mulia dan tentulah sama dengan pemberontakan terhadap Sang Pencipta.

Intisari khotbah Pdt. Joshua MS dalam Ibadah Raya Hati Nurani Ministries Jakarta, Minggu, 15 Juni 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar