Senin, 20 Mei 2013

MENGALIRKAN BERKAT DENGAN DERAS


MENGALIRKAN BERKAT DENGAN DERAS
2 SAMUEL 24:18-25

Daud mengalami masa keemasan dalam kekuasaannya sebagai raja Israel. Ia berniat untuk mengadakan sensus penduduk untuk mengukur keberhasilannya melalui kekuatan militer. Hasilnya adalah 1.300.000 tentara yang siap bertempur (2 Samuel 24:9). Satu bala tentara yang sangat dahsyat pada zamannya. Namun Tuhan melihat hasrat ini adalah sebuah kejahatan yang terselubung yaitu kesombongan. Daud menjadi mabuk dalam tidak waspada dalam kemegahan dan kesuksesan. Ini adalah peringatan yang sangat jelas bagi kita hari ini, setan sedang berusaha untuk “membunuh” melalui kesuksesan kita. Kesuksesan itu tidak salah, tetapi akan menjadi dosa jika kesuksesan itu mengubah perangai kita menjadi seorang yang angkuh dan sombong. Nabi Samuel menulis: “Bangsa yang tertindas Engkau selamatkan, tetapi mata-Mu melawan orang-orang yang tinggi hati, supaya mereka Kaurendahkan.” (II Samuel  22:28). Raja Salomo, penerus Raja Daud pun memahami bahwa orang yang tinggi hati akan mendapat hukuman: “Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.” (Amsal  16:5)


Nah sekarang, marilah kita belajar hal-hal yang sangat penting tentang Berkat yang mengalir deras dari nast kita hari ini:

“Pada hari itu datanglah Gad kepada Daud dan berkata kepadanya: "Pergilah, dirikanlah mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Arauna, orang Yebus itu." Lalu pergilah Daud, sesuai dengan perkataan Gad, seperti yang diperintahkan TUHAN.” (18-19)

Akibat dari hasrat Daud yang salah, Israel menderita hukuman. Allah mendatangkan penyakit sampar sehingga dalam sehari mati 70.000 orang: “Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang. Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu: "Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu." Pada waktu itu malaikat TUHAN itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus.” (15-16) Kita melihat bahwa kesombongan harus dibayar mahal. Tuhan begitu murka akan keangkuhan karena sejatinya memang tidak ada yang dapat kita sombongkan sebab semua yang telah kita raih itu asalnya dari Tuhan. Aneh memang, manusia sering kali lupa diri dan menjadi tinggi hati untuk sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya. Bukankah sebenarnya semua yang kita miliki bahkan diri kita ini adalah milik Tuhan? Namun Allah adalah Mahakasih sehingga tidak pernah berniat untuk membinasakan sama sekali. Dia menginginkan dan merancang hari depan yang labih baik bagi Israel.

Daud mendengarkan suara Tuhan melalui nabiNya dan melakukan perintah Allah untuk membangun mezbah bagi TUHAN. Itu adalah satu-satunya bukti dari pertobatan yang menghasilkan pemulihan. Pertobatan selalu disertai tindakan perubahan. Daud menyesal dan bertekad mengikut firmanNya dengan sepenuh hati dengan mendirikan mezbah bagi Tuhan di tempat pengirikan Arauna. Kita mengerti bahwa mendirikan mezbah itu bermakna rohani bagi kita. Mezbah berarti Pujian dan Penyembahan bagi Allah. Jadi membangun mezbah berarti membangun Bait Allah yang didalamnya terdapat Pujian dan Penyembahan yang benar.

Membangun Bait ALLAH ditulis oleh Nabi Hagai dalam pasal 1:5-8: “Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.”
Membangun bait Allah hari ini tentu bukanlah bermakna bangunan secara fisik, tetapi bermakna tubuh kita sebagai bait Allah (1 Korintus 3:16) Tubuh kita harus dibangun dan didirikan diatas dasar yang teguh yaitu Batu Karang yang Tuguh Tuhan Yesus Kristus. Dan dalam pembangun bait Allah yaitu tubuh kita harus disertai dengan mengisinya dengan Pujian dan Penyembahan (Yohanes 4:23-24): Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Muatan dari bait suci yang terutama adalah Tabut Allah dan Pujian Penyembahan. Tabut Allah melambangkan hadiratNya dan pujian penyembahan yang benar adalah pujian seperti yang terjadi di Pondok Daud. Pondok Daud adalah tempat tabut Allah bersemayam dan pujian-penyembahan seperti tertulis dalam kitab Mazmur diselenggarakan secera terus menerus tanpa henti. “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,” (Kis 15:15) "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,.” (Amos 9:11)

Kita kembali ke nast kita: dalam ayat 20-25 tertulis: “Ketika Arauna menjenguk dan melihat raja dengan pegawai-pegawainya mendapatkannya, pergilah Arauna ke luar, lalu sujud kepada raja dengan mukanya ke tanah. Bertanyalah Arauna: "Mengapa tuanku raja datang kepada hambanya ini?" Jawab Daud: "Untuk membeli tempat pengirikan ini dari padamu dengan maksud mendirikan mezbah bagi TUHAN, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat." Lalu berkatalah Arauna kepada Daud: "Baiklah tuanku raja mengambilnya dan mempersembahkan apa yang dipandangnya baik; lihatlah, itu ada lembu-lembu untuk korban bakaran, dan eretan-eretan pengirik dan alat perkakas lembu untuk kayu bakar. Semuanya ini, ya raja, diberikan Arauna kepada raja." Arauna berkata pula kepada raja: "Kiranya TUHAN, Allahmu, berkenan kepadamu." Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak. Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Maka TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel.”

Nilai yang kita pelajari dari 5 ayat tadi adalah bahwasanya DAUD TIDAK MAU YANG GRATISAN. Satu-satunya yang kita peroleh melalui anugerah Keselamatan karena kita tidak dapat membelinya, tetapi masalah berkat dan pemulihan, anda harus membayar penuh untuk mendapatkannya. Artinya, untuk mendapatkan berkat dan pemulihan dari Tuhan kita harus membayarnya terlebih dahulu. Daud adalah seorang pribadi yang mengerti arti membayar harga. Sebenarnya dia berkuasa penuh atas seluruh eilayah kerajaannya termasuk ladang dan tempat pengirikan milik Arauna. Namun Daud berkata: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak..”

Jadi PRINSIP UTAMA untuk mengalirkan berkat dengan deras ADALAH MEMBERI. Memberi adalah harga mati untuk dapat menerima. Tanpa anda belajar memberi, anda tidak akan pernah menerima apa-apa. Lukas menulis: Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (6:38)

Dalam kitab Matius kita melihat beberapa hal yang raus kita bayar (beri) agar kita mendapat berkat yang mengalir deras kedalam perbendaharaan kita:

  1. Pengampunan terhadap sesama yangbersalah kepada kita: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” (Matius  5:39)
  2. BANTUAN terhadap sesama yang memerlukan pertolongan kita: “Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.” (Matius  5:42)
  3. RESPEK  (penghormatan) kepada orang lain disekita kita: “Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.” (Matius  10:12)
Raja Salomo adalah raja yang terkayua sepanjang sejarah manusia. Tidak ada seorangpun yang lebih kaya dari dia sebelum dan seudah zamanyan. Dia mengerti bahwa KIKIR TAK AKAN MEMBUAT seseorang menjadi LEBIH KAYA: Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan.” (Amsal  28:22); “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” (Amsal  11:24) Jadi saudara,  mengapa kita  tidak belajar dari semua ini dan mulai bertindak untuk memberi. Karena memberi adalah satu-satunya jalan untuk kita dapat melihat saluran berkat bagi kita mengalir dengan deras. Hanya dengan memberi, kita akan melihat bagaimana Tuhan memberkati perbendaharaan dan pundi-pundi kita penuh melimpah. Amen.

||||| intisari khotbah gembala sidang , Pdt Joshua MS, pada Ibadah Raya Bulan Baru hati Nurani Ministries 6 April 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar