Selasa, 18 Juni 2013

RAHASIA KELUARGA SHAKINAH



RAHASIA KELUARGA SHAKINAH
( Kejadian  18:9-15 )



Keluarga Abraham adalah keluarga yang sangat kaya namun ada yang kurang karena ternyata Sara adalah seorang perempuan mandul: “Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak.” Kejadian  11:30 Namun, ALLAH berjanji akan mengaruniakan seorang anak bagi Abraham melalui SARA istrinya walaupun di samping mandul, SARA sudah mati haid (79 tahun) dan Abraham sudah sangat tua (99 tahun): “Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.” (Kejadian  17:1) Secara logika memang sangat wajar jika Abraham dan Sara tertawa mendengar firman yang memang tidak masuk akal itu: “Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" (Kejadian  17:17) Namun sungguh luar biasa karen justru dari kemustahilan itulah lahir mukjizat. Saya sering mengatakan bahwa mukjizat hanya terjadi ketika semua pintu logika telah tertutup rapat. Dalam keadaan yang sangat tidak mungkin itulah, Allah memberkati rahim Sara seningga ia mengandung dan melahirkan seorang anak yang sehat dan kemudian dinamainya Tertawa (Ishak-Ibrani).

Berikut marilah kita belajar ada apa sebenarnya yang terjadi dalam rumah tangga Abraham dan Sara sehingga mukjizat dahsyat itu terjadi? Ayat emasnya adalah I Korintus  7:3: “Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.” Jadi ada kewajiban yang harus dipenuhi oleh suami dan isteri dalam rumah tangga mereka agar mukjizat Allah terjadi.

Mari kita melihat sosok Abraham yang memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami yang benar di mata Tuhan. Abraham mengasihi SARA: “Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah." (9) Abraham memberikan rasa nyaman dan aman di dalam tenda (in the tent). SARA tidak berkeliaran ke mana-mana seperti Hawa sehingga dia terjerat si Ular. Intinya Sara senang berdiam di rumah karena ada kasih sayang dari Abraham. Abraham memberikan home sweet home sehingga Sara betah disana. Adalah sebuah kewajiaban seorang kepala keluarga untuk mendirikan rumah yang menjadi tempat berteduh yang nyaman bagi semua anggota keluarga. Ini bukan berbicara tentang bangunan fisik rumah yang mewah, tetapi atmosfer yang menyenangkan. Rumah mewah dengan fasilitas sempurna, tidak akan otomatis menjadikannya kediaman yang nyaman. Idealnya memang rumah bagus menjadi rumah nyaman, namun rumah sederhana dengan atmosfer kasih yang melimpah jauh lebih baik dari gedung mewah namun hambar kasih sayang.

Tugas-Tugas Seorang Suami yang dikerjakan Abraham dengan sangat baik adalah:

·               Menjaga nama baik isteri:  Abraham sangat menjaga kehormatan isterinya dengan berusaha melindungi dia dari semua serangan dari luar. Hal ini pula yang dilakukan oleh seorang keturunan Abraham selanjutnya yaitu Yusuf: “Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.” (Matius  1:19) Nama baik itu lebih berharga dari emas dan perak. Nama baik mengharumkan seseorang melebih harta dan jabatan. Saat menjadi suami yang terus memproteksi istri dari berbagai serangan dari luar, maka istri akan menjadi pribadi yang nyaman di rumah bersama suami dan anggota keluarga lain. Ini sangat penting bahwa rahasia suami istri harus tetap menjadi rahasia mereka berdua.

·               Mengasihi Isteri (loving wive): Dalam Efesus  5:25 kita baca: “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. (Husbands, love your wives, even as Christ also loved the church, and gave himself for it; - KJV) pada ayat 28 lebih ditegaskan lagi: “Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.” Kata harus berarti hal yang tak bisa di tawar. Seorang suami memang harus mengasihi isteri seperti tubuhnya sendiri. Apakah pengertian mengasihi yang paling sederhana. Saya menjelaskannya dengan menggali arti katanya dari akar kata bahasa Indonesia. Mengasihi dari akar kata kasih yang berarti memberi. Jadi secara sederhana, suami yang mengasihi istri adalh suami yang memberikan apa pun kepada istrinya.

Suatu cerita yang menarik dari tentang kasih suami dari Komoro. Alkisah seorang raja menjadi sangat marah karena merasa harta kekayaannya disaingi oleh seorang pembuat emas. “Kamu menghinaku! Kamu berpura-pura miskin sementara orang  melihatmu bekerja siang dan malam dengan emas!”
“Sayang sekali paduka, hamba bekerja tiga kali lebih berat dari orang kebanyakan tetapi hamba gunakan untuk tiga hal keperluan!” jawab Orfevre, si tukang emas.
“Apa itu?” Tanya raja
“Satu untuk membayr hutang-hutang hamba, yang kedua untuk dipinjamkan kepada orang lain, dan yang ketiga.....” Tiba-tiba kata-katanya terputus.
“dan yang ketiga?” Tanya raja dengan tidak sabar
“Hamba buang ke laut!” Raja terbelalak dengan mulut melongo.
“Jelaskan kepadaku, apa maksudmu?”
“Begini. Terlebih dahulu, dipagi hari, hamba memenuhi bagian pertama pekerjaan hamba. Hasilnya hamba gunakan untuk memberi makan orang tua hamba yang sudah tua. Kepada merekalah hamba memiliki hutang besar untuk dibayar. Kemudian, siang hari, hamba mengerjakan bagian kedua pekerjaan hamba. Hasilnya hamba gunakan untuk memberi makan anak-anak hamba. Itu seperti sebuah pinjaman yang akan mereka bayar kelak ketika hamba menjadi tua, dengan mengurusi hamba seperti yang hamba lakukan kepda kedua orang tua hamba.” Jawab Orfevre jujur.
“Dan bagian untuk laut?” Tanya raja penasaran
“Bagian ketiga daripekerjaan hamba yang hamba kerjakan di malam hari adalah hamba persembahkan untuk istri hamba. Paduka pasti mengerti bahwa para wanita tidak pernah merasa senang dan puas. Jadi, jika kita memberikan sesuatu kepada istri, kita sama hanlnya seperti membuangnya ke laut semua yang kita berikan kepada mereka.”
Raja pun tertawa mendengar penjelasan itu dan sejak saat itu, Orfevre dan raja berteman.  

·               Bijaksana terhadap Isteri: Bijaksana mungkin adalah satu hal yang paling sulit dilakukan oleh seorang suami. Menjadi seorang suami yang bijak bukan hanya mengasihi dan menjaga nama baik isteri, tetapi lebih dalam lagi, seorang suami harus mengerti atau memahami keberadaan isterinya secara menyeluruh. Suami yang bijak harus mengenal kebiasaan, hobby, kesukaan, dan bahkan keinginan hati isterinya. Hal ini sering kali begitu sulit sehingga doa-doa suami sering kali tidak terjawab: “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.” (I Petrus  3:7)

Sekarang marilah kita belajar tantang Sara. Kewajiban apa yang telah dikerjakannya sehingga mukjizat yang dahsyat terjadi dalam rumah tangganya?

SARA bukan hanya sekedar menghormati Abraham tetapi lebih dari itu ia bahkan begitu memuliakan suaminya. Petrus menulis bahwa Sara memanggil Abraham dengan kata TUANKU (my lord – KJV): “sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.” (1 Petrus 3:6). Dalam pasal yang ktia baca tadi tertulis: “Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" (12) “Therefore Sarah laughed within herself, saying, After I am waxed old shall I have pleasure, my lord being old also?” (KJV 12). Jadi jelaslah bahwa Sara tak hanya sekedar menghormati, tetapi benar-benar menghormati suami dengan segenap hati dan jiwanya.

Berikut marilah kita mengamati Tugas-Tugas Seorang Isteri yang ditunaikan Sara dengan sangat baik dalam rumah tangganya:

·         TUNDUK bukan dan bukan MENANDUK Suami. Sara memanggil suaminya dengan sebutan tuan (adonai – Ibrani; merupakan panggilan pada pribadi yang sangat dihormati). Dalam tradisi kerajaan, seorang raja selalu dipanggil dengan sebutan my lord! Jadi Sara bahkan tunduk kepada Abraham sebagaimana layaknya seorang hamba terhadap tuannya. Rasul Petrus menulis: “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.” (Efesus 5:22-24)

·         HIDUP SALEH. Seorang istri harus tekun dalam kehidupan rohaninya. Perhatikan bahwa keadaan rumah selalu sangat terkait dengan keadaan rohani seorang ibu. Rasul Petrus menyebutkan bahwa isteri-isteri laki-laki kristen haruslah hidup saleh sehingga menjadi teladan bagi isteri-isteri yang belum mengenal Kristus: “jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.” (I Petrus  3:2)

Intisari Khotbah Pdt Joshua MS,  dalam Ibadah Keluarga Besar Pakpahan Cibubur. 27 April 2008.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar