Sabtu, 15 Juni 2013

Brotherhood in Christ



Persaudaraan dalam KRISTUS
GALATIA 6:1-5



Kita sering mendengar tentang persaudaraan dalam Kristus. Bahkan kata-kata yang paling sering kita katakan dalam persekutuan Kristen salah satunya adalah SAUDARA. Persaudaraan memang adalah ajaran yang sangat mengemuka dalam kristianitas, namun sayang popularitas kata atau ajaran tentang persaudaraan ini tak indah kenyataannya. Bila boleh disebutkan, kata persaudaraan seringkali hanya manis di mulut, tetapi pahit dikenyataan.

Hal ini akan kita pelajari dari surat Rasul Paulus kepada gereja di Galatia. Pertanyaannya sekarang adalah: APA YANG MENUNJUK PERSAUDARAAN DALAM KRISTUS?

Mari kita melihat ayat ini: “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.” (1)

Ciri-ciri pertama dari persaudaraan dalam Kristus adalah PENERIMAAN. Seorang saudara Kristen sejati dapat menerima keadaan baik dan buruk saudaranya. Keadaan baik tentu terhubung dengan kondisi yang menyenangkan secara jasmani dan rohani. Tetapi keadaan buruk juga harus bisa diterima misalnya kejatuhan seorang saudara dalam dosa.

Menerima keadaan saudara waktu semua baik-baik saja tentu bukanlah hal sulit. Kita mengerti bahwa sangat gampang mencari teman tertawa, namun betapa sulitnya mencari sahabat untuk sama-sama menangis.

Suatu saat saya melakukan sebuah kesalahan. Kesalahan itu sungguh memukul seluruh sendi hidup saya sehingga rasanya saya telah hancur. Hancur berkeping-keping sehingga tak ada lagi harapan untuk hari depan. Saya sungguh hancur dan satu-satunya yang saya butuhkan adalah sahabat yang bisa mendukung saya. Namun sungguh sangat malang, dari sekian banyak teman, tak seorang pun yang mengulurkan tangan. Hampir semua mereka menjauh dan menghakimi. Keadaan penolakan itu sungguh lebih buruk dari masalah yang saya hadapi.

Bagaimana rahasia agar kita dapat menerima segala kondisi seorang saudara? Dalam terjemahan KJV disebutkan: “Brethren, if a man be overtaken in a fault, ye which are spiritual, restore such an one in the spirit of meekness; considering thyself, lest thou also be tempted.” Kata kuncinya adalah memiliki roh yang lemah lembut: “restore such an one in the spirit of meekness.” Roh yang lemah lembut ini meolong kita dapat menerima saudara sekalipun saudara itu telah berbuat salah atau bahkan telah melukai kita. Roh ini juga yang dapat menjaga kita agar tetap kuat dan tidak ikut terjerembab dalam pelanggaran saudara tersebut.

Hati yang penuh prasangka dan penghakiman, bukanlah hati orang yang memiliki roh lemah lembut. Kepemimpinan kristiani akan menjadi teladan yang sangat memberkati jika para pemimpin kristen tidak menerapkan “kekerasan” dalam menghukum tiap-tiapo pelanggaran anggota gereja. Jika saja pemimpin tidak “membuang dan menghukum” tetapi membimbing saya ketika telah jatuh dalam dosa diawal-awal pelayanan saya 5 tahun silam dalam roh lemah lembut, tentu akan berdampak lebih baik bagi kepemimpinan saya hari ini. Memang Allah turu bekerja dalam segala hal untuk medatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28), tetapi sikap kepemimpinan kita yang salah dapat membuat perjalanan rohani seseorang menjadi berliku-liku. Seharusnya 40 hari tiba di Kanaan, tetapi menjadi 40 tahun?

Yang kedua dari ciri persaudaraan dalam Kristus adalah sikap SALING MENOLONG: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (2) Kekristenan adalah panggilan untuk memikul salip, untuk meringankannya kita harus saling menolong (Matius  11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.) Dengan saling menolong, kita dapat mengerjakan lebih cepat. Dengan sikap ini pula kita dapat mencapai suatu tujuan dengan lebih cepat dan lebih baik. Sikap yang sering kita sebut gotong royong adalah ajaran Alkitab yang seharusnya bertumbuh dalam gereja.

Mengapa kita semakin sulit menemukan prilaku gotong royon gdalam persekutuan kristiani? Mengapa orang Kristen belakang ini bertumbuh hampir sama seperit orang duniawi yang individulistis? Paulus mengatakan bahwa itu imbas dari sikap egosentris yang beranggapan tanpa orang lain pun dia mampu: “Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.” (3)

Dewasa ini berkembang sikap egosentris yang sebenarnya jerat setan untuk mematahkan persekutuan kristianitas. Sikap egosentris ini juga tercermin dari semangat denominasional gereja-gereja. Gereja membangun tembok denominasi yang tinggi dan semangat oikumenis menjadi dingin tak lebih dari slogan semata. Tidak menjalani hidup SHOW OFF, self oriented, adalah cara agar persaudaraan dalam Kristus dapat kembali terbangun. (Filipi  2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;)

Yang ketiga adalah BUAH-BUAH HIDUP KRISTIANI. Persaudaraan dalam Kristus itu tercermin dari buah-buah kristiani yang ranun dalam diri seseorang. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kata-kata tak selalu seirama dengan perbuatan? Untuk menguji seseorang adalah saudara dalam Kristus, kita harus melihat buah-buah dalam hidupnya. Apakah dia seorang yang memiliki roh lemah lembut? Apakah dia seorang yang suka bergotong-royang? Ataukah dia seorang yang suka menghakimi dan menghukum? Apakah orang yang segereja dengan kita seorang yang egosentris? Baiklah tiap-tiap kita terlebih dahulu menguji diri kita: “ Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.” (4-5)

Pohon dikenal dar buahnya dan seorang saudara dikenal dari buah kehidupannya: (Matius  12:33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.)

Intisari Khotbah Pdt Joshua MS, Ibadah Raya Hati Nurani Ministries, Minggu, 07 Maret 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar