Rabu, 05 Juni 2013

Mukjizat di Balik SUKACITA



Mukjizat di Balik SUKACITA
Oleh: Ps Joshua Mangiring Sinaga, M.Th

Kalau kita mempelajari dengan cermat, maka sukacita itu tidak sama dengan senang atau gembira. Sukacita adalah satu hal yang lebih dalam dari sekedar tertawa dan sejenisnya. Sukacita merupakan suatu hal yang spiritual.

Mari kita membaca ayat terkenal berikut ini: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filifi 4:4). Kalau saja sukacita sama dengan tertawa, maka tentunya Alkitab tak akan mengeluarkan ayat ini: “ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari.” (Pengkhotbah 3:4). Jadi dapatlah kita simpulkan sementara bahwa Sukacita itu adalah sesuatu yang lebih dari sekedar tertawa.


Memang Bahasa Indonesia kurang dapat menjelaskan masalah ini. Tapi kalau kita belajar dari Bahasa Inggris, maka kita akan menemukannya. Sukacita diterjemahkan dari kata REJOICE. Rejoice merupakan sebuah kekuatan yang mengalir dari dalam keluar. Rejoice berhubungan dengan kekuatan (power) yang mengalir dari dalam hati oleh karena di dipenuhi oleh Roh Allah. Kita baca: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." (Yohanes 7:38) Maka jelas sekarang bahwa sukacita adalah karya Roh Kudus dalam diri setiap orang percaya yang di penuhi Roh Kudus. “ tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26).

Sukacita tidak berhubungan dengan apa pun yang dari luar. Sukacita tidak dipengaruhi oleh material apa pun dari luar. Sukacita itu bersifat tetap dan bukanlah hasil rangsang panca indera manusiawi. Sukacita itu adalah hal yang spiritul yang dihasilkan karena Roh Kudus memenuhi hati seseorang. Sukacita tidak sama dengan gembira atau tertawa, walaupun kadang-kadang ekpresi luar seseorang yang bersukacita dapat berupa senyum, tertawa, dan menjerit. Sekacita juga tidak selalu terekspos dengan gembira atau tertawa, orang yang bersukacita kadang-kadang juga lewat linangan air mata.

Dalam Bahasa Inggris kata happy, adalah sebuah ekspresi hati seseorang akibat rangsangan panca indera terhadap sesuatu yang berada di luar dirinya. Misalnya seseorang akan tertawa jika dia melihat Mr. Bean melawak di televisi. Tetapi tertawa bukan berarti seseorang sedang bersukacita. Senang itu karena sesuatu dari luar dan sifatnya temporer. Hanya sesaat dan akan hilang jika sudah berlalu.

Dalam Alkitab kita menemukan paling tidak ada 254 ayat yang menulis SUKACITA. Betapa luar biasa banyak bila debanding dengan kata SENANG yang hanya ditulis 54 kali. Mari kita mempelajari mukjizat apa yang terjadi jika seseorang mengalami SUKACITA akibat kepenuhan Roh KUDUS.

  1. Sukcita memulihkan keluarga

Zaman modern ini, perceraian, perjinahan, perselingkuhan sudah menjadi begitu biasa. Bahakan rumors yang berkembang adalah: kita menikah untuk bercerai. Sebuah kejatuhan dari kesakralan sebuah pernikahan sedang memabukkan dunia modern. Apa kuncinya agar rumah tangga kita dapat terhindar dari kehancuran?

Kita baca: “Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu.” (Amsal 5:18) Sejak semula Allah memiliki tujuan yang mulia dalam pernikahan. Allah merancang pernikahan sekali sampai mati. Allah tidak menemukan kata cerai dalam pernikahan. Allah tidak mentolerir perjinahan dan percabulan dalam rumah tangga. Allah bahkan di catat sangat benci perceraian (Maleakhi 2:16). Allah yang merancang sebuah keluarga dengan berkat anak-anak ilahi. Keturunan yang memuliakan nama Tuhan. Tuhan merancang pernikahan tanpa kemandulan dan keguguran. Sukacita bersama istri masa muda, yaitu istri satu-satunya yang dinikah sejak semula, akan melahirkan mukjizat yang dahsyat. Pemulihan keluarga.

  1. Sukacita menahan penderitaan

Adalah satu hal yang mustahil untuk tertawa di atas dukacita. Tetapi kita dapat bersukacita walau kita sedang berdukacita. Karena yang mengerjakan sukacita adalah Roh Allah yang memenuhi kita. Itulah sebabnya Paulus berpesan untuk bersukacita senantiasa. Hanya jika kita penuh Roh Kudus maka kita dapat bersukacita walau kita harus mengalami aniaya. Sukacita ini yang memampukan kita dapat tenang walaupun berbagai-bagai kesusahan, kesengsaraan, kemiskinan, sakit penyakit menggerogoti hidup kita. Kita baca: “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.” (2 Korintus 8:2)

  1. Sukacita menjaga kesehatan

Kita baca ayat ini: “Being cheerful keeps you healthy. It is slow death to be gloomy all the time.” (Proverbs 17:22. TEV). Hati yang riang tentu sulit terjadi jika kita sakit. Namun oleh karena sukacita oleh Roh Kudus, hati kita dapat gembira. Inilah yang membantu proses kesembuhan cepat. Sebuah penelitian medis menyimpulkan bahwa orng yang yang riang selalu lebih cepat sembuh dibanding dengan orang yang pemurung. Jadi sukacita itu yang menjaga kesehatan kita. sukacita itu juga membuat kita “awet muda” tanpa harus mengluarkan uang banyak untuk mengikuti terapi. Sukacita mengalirkan kuasa keembuhan dalam diri kita. Jadi tunggu apalagi, mintalah Roh Kudus memenuhi anda dengan sukacita. Sehingga anda semua akan mengalami mukjizatNya.
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar