Minggu, 14 April 2013

KUASA MEMBERI


KUASA MEMBERI (2 Korintus 8:1-6)
Oleh: Ps Joshua Mangiring Sinaga, M.Th

Mungkin ajaran Alkitab yang kurang diminati adalah perihal memberi. Namun sesungguhnya ini merupakan kesalahan yang merugikan orang percaya. Karena memberi merupakan cara untuk dapat menerima. Tanpa pernah memberi kita tidak akan pernah dapat menerima. Sejatinya apa yang ada pada kita tanpa terlebih dulu memberi merupakan hasil dari mengemis dan atau mencuri dari yang sejatinya bukan milik kita. Alkitab mengatakan: “Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.” (Pengkhotbah 11:1). Ayat ini merupakan kiasan, bahkan setiap hal yang pernah kita berikan pasti akan kita terima kembali kelak suatu waktu.


Ada dua fenomena alam yang mengantar kita mengerti sebuah kebenaran tentang memberi:

1.      Penguapan menghasilkan awan yang berujung pada hujan. Hujan tidak berasal dari atmosfher tetapi penguapan dari permukaan bumi. Tanpa penguapan tidak akan ada hujan contohnya padang gurun, karena kadar penguapan air rendah bahkan hampir tidak ada maka hampir tidak perna hujan sapanjang tahun. Berbeda dengan daerah lembab seperti daerah tropis, kita mendapatkan hujan hampir sepanjang tahun. Itu karena penguapan sangat tinggi. Kebenarannya adalah tanpa penguapan tidak ada hujan. Alkitab mengajarkan: “Bila awan-awan sarat mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi…” (Pengkhotbah 11:3a)

2.      Danau Galilea menerima begitu besat debit air dari banyak anak sungai. Dari danau ini kemudian mengalirkannya kembali melalui sungai Yordan (lebih dari 50 KM) menuju laut mati. Yang menarik adalah Danau Galilea begitu kaya akan ikan sedangkan laut mati hanya dipenuhi garam. Laut mati begitu gersang dan hanya ditinggali beberapa jenis spesies ikan yang tahan hidup dengan kadar garam tinggi. Laut mati begitu miskin karena tidak pernah menyalurkan kembali air yang diterimanya. Kebenarannya adalah jika kita hanya menerima dan tak pernah menyalurkannya, maka kita akan menjadi miskin. Alkitab menulis: “Ada orang menghemat tetapi selalu berkekurangan sebaliknya orang menyebar harta tetapi makin kaya.” (Amsal 11:24). Raja Salomo menulis bahwa orang kikir karena ingin mengejar harta, akan mengalami kekurangan. “Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan.” (Amsal 28:22)

Sekarang marilah kita belajar satu hal tentang apa yang saya sebutkan Kuasa Memberi. Mengapa ada orang yang dapat memberi tanpa merasa “sakit” dan sebagian lagi memberi dengan hati yang berat? Rahasianya adalah Kasih Karunia atau anugerah dari Tuhan.

1.      RAHASIANYA adalah KASIH KARUNIA yang mengalirkan KUASA MEMBERI.
Kita membaca: “Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.” (8:1) Jadi kuasa memberi itu ternyat aadalah sebuah Kasih Karunia. Artinya anugerah yang diberikan kepada orang untuk memberi. Contohnya adalah Kornelius yang saleh dan setia memberi sedekah. (Kisah Para Rasul 10)

Jadi rahasia dari kuasa memberi adalah KASIH KARUNIA. Kepada gereja di Makedonia  diberikan diberikan kasih karunia sehingga gereja ini sanggup memberi bahkan ketika mereka miskin dan sejatinya tidak mampu. Kuasa inilah yang memampukan mereka untuk memberi walau pun keadaan mereka sesungguhnya menderita dan SANGAT MISKIN: 8:2 “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.” Yang sangat mencengangkan adalah mereka dapat memberi bahkan melebihi kemampuan mereka. Inilah yang disebut dengan kasih karunia. “Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.” (8:3)

2.      Prinsip untuk menerima adalah MEMBERI terlebih dahulu.

Kebenran ini haru kita pahami dengan benar sebab inilah yang menjadi dasarnya. Alkitab mengatakan dalam 2 Korintus 9:6 “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Jadi mustahil kita mengharapkan Allah memberkati kita sementara kita tidak pernah menabur sesuatu diladangNya. Apa yang kita tuai akan selalu berkaitan erat dengan apa yang kita tabur. Ada beberapa oran ingin kaya dengan bersusah payah tetapi melupakan Tuhan. Mereka enggan untuk memberi dan mengembalikan persembahannya kepada Tuhan. Hasilnya mereka tidak diberkati. Bisa saja mereka memiliki banyak materi tetapi jika tidak diberkati Tuhan maka kepada mereka tidak diberikan kuasa untuk menikmati materi itu. Jadi sia-sia saja mereka mengumpulkan harta tetapi tidak dapat menikmatinya. Kitab Amsal 10:22 “Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”
Larry Lea seorang gembala di Texas USA, menyumbangkan semua perabotan rumahnya untuk dana missi ke India. Istri dan mertuanya menganggap Larry sudah gila karena semua isi rumahnya telah dijual dan dia memilih tidur di lantai. Namun Tuhan tidak pernah berhutang dan menggantikannya berlipat ganda kepada Larry. Jadi tunggu apa lagi, marilah kita berdoa agar Allah memberikan kita Kasih Karunia agar kita memiliki kuasa untuk memberi. Karena dengan memberi sejatinya kita sedang mengalirkan berkat kedalam pundi-pundi kita. jadilah seperti Danau Galilea yang mengalirkan kembali debit airnya dan akhirnya dia menerima kekayaan luar biasa. Amen.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar