Minggu, 24 Maret 2013

BAGAIMANA MENERMA BERKAT KELIMPAHAN?


Kemana Tuhan Memerintahkan BerkatNya Mengalir?
Oleh: Ps Joshua Mangiring Sinaga

Mazmur 133 adalah salah satu yang terpendek namun mengandung makna yang sangat dalam. Kita membacanya: “Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Mazmur 133:1-3)


Banyak di antara kita berdoa supaya diberkati? Dan selalu ada kecenderungan yang sedikit aneh dari sebagian orang yang mengunjungi gereja? Mereka memburu apa yang disebut dengan berkat. Namun kadang-kadang kita lupa atau bahkan tidak paham bahwa rencana berkat itu sudah ada bahkan sebelum kita menyadari, memikirkan, dan mendoakannya. Jadi yang benar adalah kehidupan yang diberkati adalah merupakan rencana Tuhan walaupun kita tidak pernah memikirkan dan atau mendoakannya. Tuhan berencana untuk memberkati kita walaupun kita tidak pernah memikirkan dan atau merencanakannya, tetapi banyak penghalang sehingga berkat itu tidak pernah sampai kepada kita. pertanyaannya adalah mengapa sebagian menerima kelimpahan berkat, sementara yang lain hanya menjadi penonton saja?

Daud memberikan rahasia bagaimana berkat itu mengalir dan memenuhi perbendaharaan orang-orang. Daud menulis: “apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”  Dalam terjemahan KJV: …to dwell together in unity! Yaitu tinggal bersama dalam kesatuan. Dwell Together artinya tinggal bersama. Konteks tinggal bersama ini ada dalam pasal 132 yaitu berhubungan dengan pergumulan Daud untuk membangun sebuah rumah (bayit) bagi Allah di Yerusalem: "Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, tidak akan berbaring di ranjang petiduranku, sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap, sampai aku mendapat tempat untuk TUHAN, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub."  (Mazmur 132:3-5) Kita tidak menemukan sebuah energi yang begitu kuat di banding Daud. Harsat untuk mendapatkan sebuah tempat untuk rumah kediaman Tuhan melebihi apapun  yang pernah diiginkannya.
Kerinduan Daud yang begitu mendalam  untuk membangun Bayit Allah ini berhubungan dengan janji akan kedatangan Mesias (Juruselamat) yang hadir dari keturunan Daud “Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi” (Mazmur 132:17) yang akan mempersatukan semua bangsa-bangsa sehingga tinggal dalam satu rumah (bayit) yang kita kenal hari yaitu GEREJA TUHAN

Gereja adalah Bait Allah yang sejati. Dalam konteks ini gereja tidak pernah sekalipun dikaitkan dengan organisasi atau denominasi. Gereja yang sejati adalah sekumpulan orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan dunia dan masuk kepada terang Kristus. Alkitab tidak pernah menghubungkan gereja dengan denominasi yang mana belakangan ini menjadi “berhala” yang begitu dipuja oleh orang yang mengatakan dirinya Kristen. Konflik sinodal yang terus menerus tak berkesudahan adalah bukti bahwa sejatinya Tuhan tidak terlalu tertarik dengan organisasi ataupun sinode gereja. Gereja yang sesungguhnya adalah sekumpulan orang percvaya dan berbakti dalam ketaatan kepada Kristus. Daud sejatinya sedang menjelaskan kepada generasi ini bahwa sesungguh, apabila gereja tinggal bersama dalam kesatuan hati, inilah langkah awal Tuhan akan mengalirkan berkat berlimpah-limpah.

Tinggal bersama ternyata tidak cukup. Tinggal bersama harus disertai dengan In Unity yang berarti tinggal bersama dalam kesatuan. Alkitab KJV menterjemahkan rukun dengan kata unity. Sesuatu yang berarti bersatu dalam keragaman. Untuk mengerti arti unity kita dapat mengambil contoh sekumpulan kunang-kunang yang bersatu walau berbeda warna sehingga menghasilkan harmoni alam yang begitu luar biasa. Konsep unity ini sangat berbeda dengan prinsif uniform yaitu keseragaman. Unity berarti bersama namun tetap mempertahankan warna masing-masing. Kalau uniform artinya seragam seperti pasukan marinir. Tinggal bersama tidak dapat memaksakan uniform kerena memang itu tidak akan pernah dapat terwujud. Yang diajarkan oleh Daud adalah biarkan tetap ada perbedaan namun tetaplah bersatu. Dapat kita membayangkan bahwa konsep ini kemungkinan dimengerti ketika Daud menyaksikan keindahan warna kunang-kunang  dalam kegelapan malam saat menjaga kawanan domba milik ayahnya.

Konsep unity ini diterangkan Paulus dalam pelajaran anatomi tubuh manusia dalam 1 Korintus 12:21-27.
“Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.  Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,  supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”  Paulus mengajarkan bahwa mata akan disebut tubuh jika ia melekat pada tubuh, namun akan menjadi lain jika ia keluar dari kesatuan tubuh manusia. Setiap kita yang adalah anggota tubuh Kristus hanya akan berfungsi jika kita tetap melekat satu dengan yang lain. Iblis akan mengambil keuntungan jika kita menjadi pecah. Tidak menjadi soal jika kita tinggal dalam komunitas denominasi yang berbeda, asal kita satu dalam Kristus itu sudah cukup alasan untuk Allah mengalirkan berkatnya  kepada komunitas kita. namun jika kita menjadi liar dan memisahkan diri, maka itu menjadi masalah yang besar.

Yang menjadi persoalan pelik dalam kekristenan pada era modern ini adalah kecenderungan untuk berburu berkat. Namun alkitab justru mengajarkan bahwa kita tidak perlu memburu berkat dan justru berkat itu yang akan memburu kita jika kita tinggal bersama dalam kesatuan: “….Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” Daud menggambarkan keindahan aliran berkat yang tercurah ke dalam komunitas yang ber dwell together in unity tadi. 

o   Berkat itu menyeluruh menjangkau semua anggota komunitas

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. (ayat 2) Pertanyaaan kita adalah, mengapa ada komunitas gereja yang begitu diberkati, sementara komunitas yang lain begitu kering? Saya dapat memastikan bahwa komunitas yang memisahkan diri dari tubuh kristus, yaitu mereka yang memilih eksklusif, akan mengalami hambatan yang serius dalam pertumbuhannya. Sebab gereja dipanggil untuk bersatu sehingga dapat bertumbuh. Ketika hukum berkat diabaikan, yaitu ketika gereja memisahkan diri dari tubuh Kristus secara keseluruhan, maka persoalan berkat akan segera menimpa gereja ini.

o   Bahkan Berkat dari bangsa-bangsa lain dicurahkan kepada komunitas ini.

“Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion…”(ayat 3) Gunung Hermon pada zaman Daud ada dalam otoritas Siria (bangsa Asyur) dan jika di tarik garis lurus berjarak lebih dari 150 km dari Yerusalem (yang menggambarkan gunung Sion). Jadi jelas bagi kita bawa berkat itu bisa hadir dari manapun termasuk dari bangsa-bangsa lain, jika Allah telah memerintahkannya. Ini sesuai dengan firman Allah yang disampaikan nabi Yesaya: “Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.” (Yesaya 60:5) Daud menggambarkannya seperti minyak urapan dan embun  Gunung Hermon yang turun ke gunung-gunung Sion dapat juga berbicara tentang kekayaan berkat Tuhan yang tidak terbatas untuk memberkati kita.“Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.” (Yesaya  45:3)

Jadi intinya adalah: marilah kita menilik hati kita sendiri. Apakah kita sudah tinggal bersama dalam kesatuan? Jikalau belum, inilah saatnya kita hidup rukun bersama. Menyatukan hati walau kita tetap berwarna berbeda. Bukankan fakta dialam semesta ini pun telah menjelaskan bahwa persatuan akan selalu menghasilkan pencapaian terbesar? Mengapa gereja begitu sulit bersatu? Mari kita renungkan? Karena sesungguhnya gereja lambat dan lambat dalam kesatuan hati adalah karena Iblis tidak ingin gerejaNya menerima aliran berkat tanpa batas. Setan sedang merancang strategi agar berkat-berkat yagn telah disediakan untuk kelimpahan umatNya tetapo tertahan di perbendaharaan Allah disurga. Berubahlah wahai gereja Tuhan, bersatulah dalam kerendahan hati, dan terimalah aliran berkat tanpa batas dari perbendaharaan Allah yang tidak terbatas di surga (Efesus 1:3). Tuhan Yesus memberkati.

INTISARI Khotbah Pdt. Joshua Manging Sinaga, S.Th dalam Ibadah Raya Tahun Baru 2008 Hati Nurani Ministries Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar