Kamis, 14 Maret 2013

UMAT ALLAH YANG SESUNGGUHNYA


Jemaat Sejati Siap Menuju Maranatha
Wahyu 3:7-13

Sering kita memiliki pemahaman yang kurang tepat tentang tipikal jemaat yang sejati: “supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.” (Efesus  5:27) Pikiran manusia kita sering kali tergoda untuk memikirkan hal-hal yang begitu tinggi dan tak terjangkau jika berbicara tentang ciri-ciri jemaat yang tanpa cacat dan cela. Namun saya mau mengajak kita semua mengerti bahwa jemaat sejati yang siap masuk sorga itu ada dan itu adalah kita sendiri.


Yohanes membagi 7 ciri-ciri jemaat dan hanya satu yang benar-benar ditulis tanpa teguran (tanpa cacat dan cela) yaitu Jemaat Filadelfia.  Marilah kita melihat ciri-ciri jemaat tanpa cacat dan cela itu:

1.   Jemaat yang di buka atau didirikan oleh Tuhan bukan oleh ambisi manusiawi. Ada banyak jemaat didirikan bukan karena visi dan misi yang jelas. Bahkan banyak yang didirikan karena ambisi manusiawi yang penuh dengan kejahatan. Bila sebuah gereja di bangun oleh karena alasan manusiawi, maka gereja tersebut hanya akan bertahan sekuat manusia pendirinya. Biasanya gereja ini akan terkenal nuansa manusiawinya dibanding dengan suasana surgawi. Yohanes menulis: “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.” (7)

2.      Penyertaan Tuhan yang nyata dalam jemaat: “Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” (8) Perhatikanlah, jika sebuah jemaat sudah seperti organisasi duniawi yang kering mukjizat, maka kita harus bertanya seribu kali apakah kita masih harus bertahan di gereja tersebut. Ciri jemaat yang sejati adalah jika dalam dinamika jemaat tersebut nyata penyertaaan Allah yang dapat kita rasakan  damai sejahtera, sukacita, mukjizat, dan manifestasi karunia Roh.

3.      Tidak memberi tempat bagi ajaran sesat dalam tubuh gereja Tuhan. Penting sekali kita mengerti bahwa banyak gereja yang sudah menjadi demikian modern sehingga mengadopsi ajaran sesat. Ajaran sesat itu ditoleransi dengan berbagai bentuk misalnya kehadiran ajaran New Age (Zaman Baru) yang benar-benar hendak menyekutukan Tuhan dengan ilah zaman ini. Jemaat yang sejati justru mengalahkan ajaran sesat dan bahkan membawa mereka kepada pertobatan sehingga mengakui bahwa Yesus Kristus lah satu-satu Tuhan dan Juruselamat seluruh umat manusia: “Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.” (9)

4.   Berpegang teguh kepada Firman Tuhan dalam ketekunan. Firman Tuhan adalah satu-satunya sumber pengajaran yang tertinggi yang harus menjadi pegangan. Bila satu jemaat sudah beralih dari firmanNya kepada ajaran-ajaran yang menenangkan telinga jasmaniah, itu adalah tanda awal keruntuhan iman sejati. Memang diakhir zaman ini kita akan melihat kecenderungan orang kristen untuk beralih dari Alkitab kepada ajaran-ajaran manusia untuk menyenangkan daging semata: ““Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.” (II Timotius  4:3). Jadi ciri Jemaat yang tak bercacat cela adalah jemaat yang tidak mencemarkan ajaran dalam komunitasnya. Meraka hanya berpegang kepada Firman Tuhan yaitu Alkitab sebgai satu-satunya sumber pengajaran yang tertinggi.

5.  Setia sampai akhir. Langkah pertama memang sangat perlu, namun langkah awal akan menjadi tanpa makna jika seseorang tidak setia sampai akhir. Kekristenan adalah harga mati. Iman kristiani adalah perjuangan sampai mati. Jikalau seseorang berubah menjadi tidak setia dan meninggalkan Tuhan pada pertengahan langkah imannya, maka semuanya akan menjadi sia-sia. Ciri jemaat yang sejati adalah jemaat yang tekun dalam menurut firmannya hingga garis finish. Kekuatan kita memang tidak akan mampu untuk membendung arus dunia yang demikian deras, namun jika kita tekun maka Tuhan akan menggandakan kekuatan kita sehingga kita mampu menyelesaikan pertandingan iman hingga garis akhir seperti Rasul Paulus: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (II Timotius  4:7) jadi marilah kita berpegang tegus pada iman dan keselamatan yang telah kita peroleh. Jangan sampai kita tergoda untuk menukar keselamatan kita dengan apapun. Yohanes menulis: “Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." (11-13)

Nah, saudaraku! Adakah kelima ciri ini dalam komunitas gerejamu? Jika ya bertahan dan setialah karena Tuhan akan meneguhkan janji-janjinya. Jikalau sebaliknya, dalam komunitas gerejamu ciri-ciri ini sudah tidak ada, segera keluar dari sna dan bergabunglah dengan jemaat yang anda ketahui adalah jemaat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

Intisari Khotbah Pdt. Joshua Mangiring Sinaga, S.Th dalam Ibadah Raya Hati Nurani Ministries Jakarta, Minggu, 11 Mei 2008.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar