Kamis, 07 Maret 2013

RAHASIA MENCAPAI HIDUP YANG BERKELIMPAHAN



JALAN MENUJU KELIMPAHAN
Matius 14:13-21

Sesungguhnya, Tuhan telah menyediakan segala hal untuk hidup berkelimpahan bagi umatnya. Namun demikian, mengapa ada sedemikian banyak orang yang hanya menjadi penonton hidup berkelimpahan? Mereka hanya menjadi saksi kelimpahan tanpa pernah mengalaminya secara langsung. Jawabannya adalah mereka hanya tahu bahwa Tuhan menyediakan kelimpahan itu tetapi tidak mengetahui jalan menuju kesana. Hari ini, kita akan mendengarkan firman Allah yang menuntun kita sampai kepada kehidupan yang berkelimpahan.


 1.      JalanNya Bernama Kesetian

Menjadi Kristen tidak berarti luput dari persoalan. Namun demikian, kita mengerti bahwa kekristenan menuntun kita kepada jalan keluar. Itulah istimewanya, sementara yang lain hanya berputar-putar saja dalam lingkaran persoalan, orang Kristen keluar dari sana dan menjadi pemenang. Saat Yohanes Pembabtis dipancung dipenjara, Yesus memilih untuk menyingkir dari kota dan memilih tempat yang sepi agar dapat berdoa (ayat 13). Yang mengherankan adalah, orang-orang yang percaya kepadanya mencari segala cara untuk menemukan Dia. Dan luar biasa, mereka melalui berbagai jalan untuk menemukan dan mereka memang menemukanNya. Ini adalah suatu pesan yang harus kita mengerti bahwa tanggungjawab sebagai pengikut Kristus adalah mencarai segala cara untuk menemukanNya. Ini yang disebut dengan kesetiaan. Apapun persoalannya, kita harus  terus mencari dan pasti menemukan Kristus. Yesus Kristus adalah sahabat kita yang sejati. Ia adalah Pribadi yang penuh belas kasih sehingga mengerti hati kita yang merindukanNya. Saat kita dengan setia mengikutNya, maka hatiNya sungguh tak tahan untuk menyatakan kasihNya kepada kita (ayat 14).

2.      Jangan mengikuti Petunjuk Jalan yang salah

Saat kita bertemu dengan orang yang salah, sekalipun itu mengaku pelayanan Tuhan, maka kita akan menapaki jalan yang salah. Dan tentu saja alamat kita nyasar. Murid-murid Yesus tidak mengerti jalan kelimpahan itu sehingga mereka menyuruh orang pergi kekampung-kampung sekitar untuk mendapatkan makan malam, padahal mereka bersama dengan Yesus yang adalah kelimpahan itu sendiri. Beberapa pertunjuk jalan yang salah itu karena didasari oleh pertimbangan berikut:

-     PERTIMBANGAN GEOGRAFI (tidak strategis). Tempat itu sunyi dan tidak ada restoran siap saji disana. Murid-murid berpikir, mereka harus pergi ke tempat dimana ada resto siap saji yang dapat menyediakan makanan bagi para pendengar Yesus. Ini menjelaskan pandangan secara rohani, hukum tempat strategis tidak menjelaskan sukses yang akan kita raih. Dimanapun tempat Anda, bila Yesus ada disana, masalah akan diselesaikan dan kelimpahan akan menjadi bagian Anda. Tidak perduli sebera sulit keadaannya di temopat Anda, bila Kristus ada disana maka semuanya akan diurusNya dengan sangat baik.

-      PERTIMBANGAN WAKTU (sudah terlambat). Di saat itu sudah menjelang malam. Artinya sudah terlambat untuk memasak. Tidak mungkin juga masak untuk 5000 orang dewasa saat malam hampir menjelang. Ini bermakna bahwa waktu tidak menjadi soal bagi iman. Saat kita bersama Yesus, kita akan mengalami terobosan. Tidak perduli seberapa muda anda, atau sudah seberapa ujur usia Anda. Tidak perduli bahwa CV anda tidak mungkin lagi diterima oleh perusahaan manapun di dunia ini, namun Anda sangat berharga dimata Tuhan. Mengalami kelimpahan bukan masalah berapa usia Anda, tetapi bersama siapa Anda. Bila hari ini Yesus ada di dalam Anda, dan FirmanNya di dalam Anda, maka kelimpahan tidak akan dihalangi oleh waktu yang sekalipun orang katakan sudah terlambat.

-     PERTIMBANGAN EKONOMI (tidak mau rugi). Hukum ekonomi mengajar kita menjadi orang yang tamak. Dengan modal kecil meraup untung sebesar-besarnya. Yesus mengajar kita untuk mengerjakan hukum Bisnis Surgawi, memberi apa yang kita punya dan menerimanya 100kali lipat. Kalau ekonomi mengajar genggam erat uang anda, maka Yesus justru mengajar lepaskan. Kita harus belajar hukum ini dan mempraktekkannya, dan kita akan melihat bagaimana hukum ini bekerja memulihkan ekonomi kita. Murid-murid Yesus berkata bahwa mereka tak mungkin memberi makan malam 5000 orang dewasa, karena salah satu alasannya gak mau rugi. Tapi Yesus ada disana, dan sistem Bisnis Surgawi bekerja dan 5000 orang makam malam sampai kenyang dan bahkan berlebih.

3.      YESUS KRISTUS adalah JAMINAN

“Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan” (ayat 16). Yesus mengatakan bahwa mereka yang mengikut Dia tidak perlu pergi ke tempat lain. Di tempat dimana Yesus berada, disanalah mereka akan makan bersama. Ini menjelaskan bahwa Yesus adalah jalan menuju kelimpahan itu. Bila kita telah bertemu denganNya, maka kita telah menemukan jalanNya sehingga kita tidak perlu lagi pergi ketempat yang lain. Yesuslah jaminan hidup berkelimpahan yang sesungguhnya. Kemanapun Anda pergi di muka bumi ini, tanpa Yesus akan sama saja hasilnya. Tidak pernah maksimal. Namun bila Anda dalam Kristus, maka sekalipun tempat dimana Anda berada dikatakan gersang dan tidak punya peluang, maka Allah akan mengubahnya untuk Anda. Mengapa? Karena orang yang dikasihNya, yaitu Anda, ada disana.

4.      Namun Yesus memerlukan sesuatu dari kita.

Yang dibutuhkan adalah apa yang ada pada para pendengarNya (ayat 17). Seseorang telah menyerahkan bekalnya yaitu 5 roti dan dua ikan. Dan mukjizat pun terjadi. Hanya dengan 5 roti dan dua ikan yang adalah jarah makan malam seorang anak remaja, maka 5000 orang dewasa makan malam sampai kenyang. Artinya, kita perlu menyerahkan apa yang kita miliki (ayat 18). Pelipatgandaan hanya akan terjadi jika seseorang dengan rela melepaskan apa yang dimilikinya. Prinsipnya adalah berilah maka kamu akan diberi (Lukas 6:38).

5.      Intinya adalah Berkat Tuhan Yesus

Yesus menengadah ke langit, dalam bahasa Yunani: ἀναβλέψας  (anablepsas) εἰς  (eis) τὸν (ton) οὐρανὸν  (uranon) (Mat 14:19 GNT) yang berarti AND LOOKING UP TO HEAVEN. Yesus memandang ke surga, yaitu kepada Bapa. Kata selanjutnya adalah  Εὐλόγησεν (eulogeesen) yang berarti  DIA (Yesus) MEMBERKATI. Ini adalah kuncinya: Berkat Yesus. Bila Yesus memberkati, maka lima roti dan dua ikan akan menjadi sangat banyak sehingga dapat membuat 5000 orang makan sampai kenyang dan bahkan tersisi 12 bakul. Ini berarti berkatNya penuh. BerkatNya melimpah hingga berlebih.

Intisari Khotbah Ps Joshua Mangiring Sinaga, M.Th (Gembala Jemaat Bethany Pulomas).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar