Kamis, 21 Februari 2013

The Living Word


FIRMAN HIDUP (1 Yohanes 1:1-3)
 Ps. Joshua Mangiring Sinaga, M.Th

Pernahkah anda bertemu dengan orang-orang yang mengatakan bahwa iman kristiani kita itu tidak logis? Pernahkah anda mendengar kaum saintis mengatakan bahwa Alkitab tidak masuk akal? Atau apakah bahkan anda sedikit meragukan kevalidan Firman Tuhan? 


Berikut ini saya akan mencoba mengajak kita semua belajar tentang topic yang tak pernah sepi ini. Saya mengajak saudara untuk membaca Alkitab dari 1 Yohanes 1:1-3 dalam bahasa Inggris: 

1:1 That which was from the beginning, which we have heard, which we have seen with our eyes, which we have looked upon, and our hands have handled, of the Word of life;
1:2 (For the life was manifested, and we have seen it, and bear witness, and shew unto you that eternal life, which was with the Father, and was manifested unto us;)
1:3 That which we have seen and heard declare we unto you, that ye also may have fellowship with us: and truly our fellowship is with the Father, and with his Son Jesus Christ.

Mari kita mempelajari ayat-ayat tersebut dengan saksama. Dalam Alkitab TB di catat: “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu.” (1)

Firman Hidup adalah Yesus Kristus yang di tulis Yohanes berdasarkan fakta yang tak terbantahkan berikut ini:

-    “That which was from the beginning”. Firman itu tidak berawal dan tak bermula. Jadi tidak ada awalannya sehingga tak mungkin juga memilik akhiran: Wahyu  1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Ini adalah satu titik tak terpecahkan sains sehingga para penyerang Alkitab tak dapat membuktikan bahwa Allah memiliki awalan atau akhiran. Tuhan adalah pribadi yang tetap sama dan tidak akan berubah sampai selama-lamanya: Ibrani  13:8 “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Firman itu Kekal itulah sebabnya kita tidak dapat menyelidiki kelemahanNya. Firman itu juga abadi maka kita tak mungkin bertemu dengan kefanaanNya. Firman itu sungguh mengatasi segala yang ada sehingga tak dapat dibandingkan dengan apapun termasuk ciptaanNya: Matius  24:35 “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”  (Markus 13:31; Lukas 21:33)

-     Firman itu Hidup (the Word of life) itu berbicara tentang dinamika ilahi. Firman itu hidup dan bergerak. Dia bekerja dan tidak mati atau tertidur. Mazmur  121:4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Kata tidak tertidur di sini adalah bentuk penggambaran yang bersifat humanistic. Sifat ini menggambarkan Allah dalam diri Yesus Kristus adalah hidup hingga saat ini. Bukti-bukti untuk dinamika ilahi ini disampaikan oleh Rasul Yohanes melalui empat bukti empiris yaitu: dia dengar, dia lihat, dia saksikan, dan dia raba.Tentu empat hal ini dapat secara empiris membuktikan bahwa Tuhan Yesus Hidup itu adalah hal yang dapat dibuktikan secara logika. Mengapa? Karena tidak  mungkin telinga menipu. Tidak mungkin juga mata Yohanes sedang mengamati penglihatan selama bertahun-tahun. Tidak mungkin juga audiens yang mengikuti Yesus selama 30 tahunan tertipu oleh fatamorgana. 

-          Firman itu Nyata/real. Sejarah telah mencatatNya dan hingga kini tak luntur oleh waktu atau budaya. Di antara sekian banyak upaya manusia untuk memusnahkan Alkitab, Alkitab tetap ada dan justru menjadi buku terbanyak yang pernah dicetak sepanjang masa.  Kolose  1:25-26 “Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.

Lantas kalau demikian apa yang kita pelajari hari ini? Kembali ke ayat dua: “Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.” (2) Firman itu telah dinyatakan dalam Yesus Kristus yang secara empiris tak terbantahkan eksistensiNya. Dia datang untuk  memberi HIDUP KEKAL di Kerajaan Bapa di surga bagi orang percaya, melalui kesaksian para RASUL. Kata memberikan di sini adalah memberi dan tak mengambilnya. Memberi di sini berarti telah memindahkannya menjadi milik kita yang tak akan dapat dibatalkan atau di curi oleh siapapun. Hidup Kekal itu bukan isapan jempol tetapi nyata. Sorga itu nyata karena ada Seorang yang telah turun dari sana ke bumi. Dia telah hidup di planet ini selama 30 tahun dan sejarah telah mengatakanDia telah kembali ke sana yaitu ke sorga dimana kehiodupan kekal itu ada dan nyata.

Ada banyak orang menjadi ragu dan meminta supaya sorga itu dibuktikan secara ilmiah. Orang seperti ini tentu adalah orang yang terbatas pemahamannya tetang kekekalan sebab kekekalan itu jauh lebih tinggi dari bukti ilmiah. Bukti ilmiah begitu sangat rendah dan hina sehingga tak dapat disandingkan dengan keagungan hidup kekal itu. Bila kita hendak memahami apa itu sorga, kita harus mengatakan bahwa akal dan pikiran logis kita kwalitasnya jauh lebih rendah dari kekekalan sorga tersebut sehingga bukti empiris ilmiah kita tak cukup besar kwalitasnya utnuk membuktikan kekekalan sorga.

Rasul Yohanes mengatakan: “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” Firman itu mempersekutukan sesama orang percaya di dalam Bapa dan AnakNya. Firman itu juga mempersekutukan semua orang percaya menjadi satu: Yohanes  17:21 “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Bagaimana kita mengerti bahwa kita adalah anggota gereja yang sejati? Kalau kita bersatu dengan semua orang percaya dalam persekutuan gerejawi. Kalau kita terpecah-pecah, sudah menjadi pasti bahwa kegerejaan kita menjadi dipertanyakan?

Orang Kristen di panggil untuk bersekutu dengan sesama orang percaya: Ibrani  10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”. Ini adalah senjata pamungkas yang dapat kita bacakan bagi oprang-orang yang mengaku Kristen, namun memilih untuk memisahkan diri dari persekutuan dengan alasan tidak nyaman. Sebenarnya orang yang tak mau bersekutu itu adalah bukti nyata kekaburan kesaksian hidup kristianitasnya. Kita semua terpanggil untuk bersekutu sehingga orang dunia tahu bahwa kita adalah anak-anakNya.

Catatan Khotbah Ibadah Raya Hati Nurani Ministries, Minggu; 16 Mei 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar